Wednesday, July 16, 2014

Faktor X : Doa Orang Tua

Entah kenapa jadi pengen nulis blog di tengah euforia pengumuman SBMPTN. Buat yang sudah dapet, Alhamdulillah. Buat yang belum beruntung, tenang, semua udah ada jalan terbaik masing-masing atas kuasa-Nya. :)

Sebelumnya, kita ucapin dulu ya selamat buat adik saya, Shofura, yang berhasil menaklukkan SBMPTN dan masuk Ilmu Psikologi Universitas Indonesia. Bangga banget deh :") Jujur, khawatir juga liat adik saya ini nyebrang total dari IPA ke IPS, les tiap hari, buat mengejar impiannya. Pada awalnya saya berpikir, "seriusan IPS, shof?" karena kalo saya ada di posisi itu, mungkin saya tidak akan berani ambil resiko belajar IPS dari awal -- Super salute lah buat anak ini.

Menjelang pengumuman, saya jadi ikut deg-degan. padahal ga ikut SBMPTN, dan alhamdulillaaah. Saat itu di rumah cuma bertiga, saya, Azzam, dan Shofi. trus kita bertiga heboh di kamar ummi-abi, liat web SBMPTN dengan tulisan 'Selamat Anda lolos seleksi bla bla bla....'. Teriak-teriak ga jelas, kayanya saya lebih seneng daripada yang diterima (dianya nangis terharu gitu) wkwkwk

Di momen itu, saya jadi kepikiran buat nulis ttg ini. tentang faktor x, yang ga pernah lepas dari kehidupan kita. di setiap kejadian yang kita alami. selalu dikatakan bahwa hasil harusnya sebanding dengan usaha. Orang sukses, berhasil di bisnis, di akademik, di kehidupannya pasti berusaha lebih keras daripada orang kebanyakan. tapi saya selalu percaya kalau dibalik semua yang kita alami, yang kita dapatkan, pasti ada faktor x, campur tangan Allah.

Dan faktor x yang selalu saya yakini adalah, salah satunya dan yang paling utama, Doa orang tua.

saya gak pernah ragu kalau saya yang sekarang adalah hasil dari doa orang tua saya. selama 20 tahun hidup di dunia ini, saya mendapatkan banyak hal, dan sebagian besar didapatkan dengan mudah sekali, berkat doa orang tua saya.

Alhamdulillah, selama ini saya selalu bisa bersekolah di tempat yang kata orang bagus (pada awalnya saya ga percaya, tapi saya telah merasakan kehebatan sekolah itu setelah saya lulus), kuliah di kampus yang kata orang 'terbaik bangsa'. dan semua hal itu begitu mulus, tanpa hambatan. bukannya mau sombong, tapi setiap saat saya selalu meyakini segala kemudahan yang saya dapatkan adalah karena doa orang tua saya.

Bukan berarti saya ga pernah gagal atau apa. saya juga pernah ditolak program beasiswa Jepang yang sangat sangat sangat saya inginkan (saking kecewanya, saya nangis kejer sampe bikin ortu panik, hehe), atau saya juga baru aja ditolak di program beasiswa yang saya apply dengan susah payah (huft). Tapi, hey, kalau dipikir-pikir lagi lebih banyak hal yang bisa kita syukuri daripada hal yang kita sesali kan?

begitu banyak hal baik yang terjadi pada saya, yang mungkin sebenernya saya pun tidak menginginkan hal itu terjadi, tapi hal itu terjadi. banyak hal yang saya inginkan tapi tidak terjadi. begitu banyak faktor x dalam hidup saya, di luar kendali saya, yang diam-diam menuntun saya menuju pelajaran hidup yang berarti. yang ingin Allah sampaikan pada saya, yang orang tua saya ridhai dan Allah ridhai.

-maaf, kalo agak ngelantur. 

Sunday, July 6, 2014

Inspirasi Kecil dari Anak-Anak

Alhamdulillah, kemarin dikasih kesempatan buat ngajar anak-anak binaan kang Ma'mun di PPI. karena pengajar-pengajar aslinya (yang notabene anak Mata' semua) lagi pada muker, saya yang emang nganggur ga jelas di Bandung diminta untuk mengganti ngajar hari itu. saya pun menerima dengan senang hati, karena rasanya udah lama banget ga ketemu dan belajar bareng anak-anak (mengingat kegabutan saya di Skhole).

ketika mengajar anak-anak, ada hal yang selalu saya tanyakan kepada mereka. "cita-cita"
saya selalu suka mendengar cita-cita dari anak-anak, saya sangat menikmati 'sensasi kecil' setelah mendengar mereka mengungkapkan cita-citanya. Anak-anak itu selalu berhasil memberikan inspirasi kepada saya.

"Cita-cita saya mau jadi pemain sepak bola"

"Dokter"

"Mau jadi ustadz"

"Cita-citanya jadi pebisnis properti"

"Pengen jadi wali kota Cianjur (asal kotanya)"

"Guru"

"Kalau kakak mau jadi apa?"

"hmmm... apa ya? mau jadi guru :)"

Melihat mereka mengatakan cita-citanya dengan lantang dan penuh percaya diri, selalu memberikan saya energi untuk bermimpi kembali. Setiap kali bertemu anak-anak adalah setiap kalinya saya mendapat inspirasi dan meraih energi untuk memandang hidup saya dengan lebih positif :)

Alhamdulillah...

Wednesday, July 2, 2014

Media mana yang harus kita percaya?

hmm.. saat ini, semua orang ramai sekali membicarakan Pilpres. Buka facebook, twitter, bahkan instagram (mungkin Path, karena saya ga main Path hehe), is all about Pilpres. Mulai dari yang serius mendukung salah satu kandidat, terang-terang menyatakan nomer 1, 2, 3, dst, sampai ke parodi-parodi yang hanya ditujukan untuk lucu-lucuan.
Pilpres tahun ini juga ga lepas dari black campaign, negative campaign, (apa itu lah istilahnya) yang isi beritanya melulu mencoba menjatuhkan salah satu kandidat yang menjadi saingan. Saya pribadi capek banget lah, ngikutin berita-berita yang mungkin awalnya menarik tapi ga jelas sumbernya dari mana dan lama-kelamanaan ga ada abisnya. *Helouu, plis stop jelek-jelekin orang dong* :p

untuk menjawab hal itu, kemarin, HMFT, himpunan saya tercinta, mengadakan kegiatan HMFT Memilih sebagai bentuk perhatiannya terhadap Pesta Demokrasi ini. Dan juga mencoba membuka wawasan kita tth Pemilu lebih luas. Tema acaranya kemarin adalah "Media dan Fenomena Politik Di Dalamnya".

Dalam diskusi itu, Pers Mahasiswa ITB memaparkan bahwa berdasarkan hasil survey menyatakan sebagian besar anak ITB lebih suka mencari berita pemilu dari media sosial dan online dengan alasan lebih praktis. *it's sooo true*
Namun, mas Adi dari AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) berkata, "Saya sangat kecewa mendengar hal ini. Anak ITB mecari berita dari media online karena lebih praktis? Kalo mau praktis, kalian gausah kuliah S1. Kuliah aja D3 cuma 3 tahun lulus dapet kerja. Lebih praktis kan?" *audiens ketawa tapi itu jleb banget* "Anak ITB yang jelas literasinya lebih banyak aja ga mau repot. Apalagi masyarakat nun jauh di sana, mereka dapet berita dari mana?"
Ada juga pemaparan dari Pak Suwandi, Dosen FIKOM Unpad, "Memang benar bahwa media sekarang menjadi sebuah industri yang bisa dikendalikan oleh para pemilik modal. Sebagian besar kita bahkan sudah tahu, media ini milik siapa, channel ini dibiayai siapa. Untuk apa? Ya, untuk menciptakan opini publik."
Dipaparkan juga tentang keprihatinan TVRI sebagai media penyiaran publik yang kalah pamor dibandig stasiun TV berbayar. padahal sebagai instansi milik pemerintah, TVRI ini punya cakuran penyiaran yang paling luas, yaitu 75 % wilayah Indonesia dapat dicapai oleh gelombang TVRI. tapi kenapa debat capres yang full itu ditayangkan di channel swasta, bukan TVRI? :"

Jadi, yang mana yang harus kita percaya?

Mas Adi ngasih alternatif, "Bacalah media cetak. Mau dia milik siapa pun, menjagokan yang mana pun, semua tulisan di media cetak itu terikat kode etik jurnalisktik. Berita apa pun yang dimuat di media cetak, dia harus memuat dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu. Berita yang dimuat di media cetak adalah berita yang sudah terverifikasi, didapat dari berbagai narasumber dan objektif-tidak memihak. Media cetak yang mana? Sebanyak-banyaknya."

Well, guys, pada akhirnya kita harus mengerti kalau di era modern ini justru kebenaran adalah suatu hal yang sulit didapatkan. Kepraktisan dan segala ke-instan-an ini cenderung membiaskan kita ke arah yang tak menentu. Bener kata para narasumber, mahasiswa jangan mau dapet enaknya aja, cari gampangnya aja. Justru kita yang paling tahu, informasi yang valid didapatkan dengan jalan yang panjang.

So, semangat mencari informasi kawan-kawan. Jangan mau diperdaya oleh berita-berita ga jelas. Ini semua untuk kebaikan kita juga. Kalau bukan kita yang menjadi cerdas untuk bangsa ini, siapa lagi?

Monday, June 23, 2014

Menjadi Introvert

suatu ketika nemu artikel yang bagus banget dari blognya mbak sepatumerah tentang Introvert.
kalau kita masu masuk organisasi atau kepanitiaan suka diminta tes kepribadian gitu kan, biasanya orang paling banyak pake MBTI dan itu cukup menggambarkan personality kita.

kalo gue sendiri suka dapet hasil yang berbeda-beda, kadang INFP atau INFJ, pernah juga sekali ISFP (wkwkwk, berapa kali ya gue tes MBTI), biasanya hasilnya ga jauh dari itu sih, mungkin kadang-kadang gue suka ga ngerti pertanyaannya jadi jawab ngasal trus dapet hasilnya juga berbeda-beda, hehe

tapi, yang pasti hasil gue ga bakal meleset dari huruf I dan F, I untuk Introverted dan F untuk Feeling. jadi emang gue sih udah fix orang yang introvert dan cenderung menggunakan perasaan ketika mengambil suatu keputusan. sebenernya gue juga udah cukup mengerti tentang diri gue sendiri yang lebih suka menyendiri dan cenderung perasa ini #hem

membaca artikelnya mbak sepatumerah berasa bisa mengenal diri gue sendiri lebih baik. ooh.. introvert tuh ternyata gini toh, mereka bukannya antisosial tapi energi mereka akan terkuras ketika bersosialisasi maka mereka selalu butuh waktu untuk men-charge dirinya agar siap kembali beraktivitas. dan gue juga baru tau kai perbandingan orang intrvert dan extrovert di dunia ini tuh 1 : 3. gue kira orang introvert ada banyak di dunia ini :p

jadi langsung aja cek artikel super-kecenya mbak sepatu merah yaa :

http://blog.sepatumerah.net/2014/04/introverts-jangan-dibecandain-d/

happy reading :)



Monday, June 16, 2014

Let's get inspired :)

(rencananya ini akan dipost tadi malam, tapi karena terjadi insiden mati lampu semalaman di rumah, jadi baru kesampean pagi ini..)
oke, mari kita mulai dengan ini..



Single Arashi ke-43 : GUTS!

Single Arashi ke-44 : Dare mo Shiranai

susah banget emang kalo mau jadi fangirl kalo yg difangirling adalah artis yang ga pernah berhenti ngeluarin single baru T.T hahaha.

inspiration : Arashi adalah orang-orang yang bekerja keras (?) demi menghibur sejagad jepang. haha #maksa

The Tipping Point by Malcolm Gladwell
dari dulu pengen banget baca buku ini dan akhirnya kesampean juga beli semua seri Malcolm Gladwell (kecuali David and Goliath). setelah dibaca, emang tak terelakkan ini, buku ini luar biasa banget. aku bisa melihat dunia dan segala epidemi yang terjadi di dalamnya dengan perspektif yang berbeda. recommended banget buat semua orang yang pengen melihat dunia dengan kaca mata baru.

inspiration : sesuai dengan taglinenya, "How Little Things Can Make a Big Differences" kita bakal banyak dikejutkan dengan fakta-fakta yang bisa menghasilkan perubahan besar. tinggalkan semua paradigma yang lama dan bersiaplah untuk mendapat kaca mata baru :)



kembali diingatkan tentang adik-adik yang udah mulai dewasa. tahun ajaran baru ini, mereka bertiga bakal menghadapi dunia baru. Azzam masuk SMP, Hilmi masuk SMA, dan Shofi jadi mahasiswa. pertanda kalo gue semaikin tua T.T hahaha. Entah, pengen liat mereka tumbuh kaya gimana ya.

Gimana ya Azzam si bungsu ini masuk pesantren? Gimana ya Hilmi yang ga peduli masa depan ini melewati masa SMAnya? Gimana Shofi sang psikolog-soon-to-be ini mantap dengan pilihannya kuliah di jurusan sosial? Gimana ya gue yang udah tua ini jadi lebih dewasa dan lebih bisa merancang kehidupannya? hehe

inspiration : semua orang punya jalan kehidupannya masing-masing, makanya kita disuruh belajar kapan aja, dimana aja, dari siapa aja, termasuk adik sendiri. jujur, banyak hal yang didapetin baik tersirat atau tersurat selama seumur hidup gue sama mereka :D


hisashiburi~ nonton dorama jepang lagiii, berkat hard disk ummi yang entah kenapa dengan ajaibnya dipenuhi dengan dorama jepang, dapet stock banyaaak banget buat ditonton :) dan dorama ini yang paling bagus sejauh gue tonton.

ceritanya membenturkan antara dua karakter yang berbeda jauh dalam satu situasi. Hyuuga Tohru adala miliader muda yang mempunyai sebuah perusahaan ITb kreatif, jenius-freak, anti-sosial, dan passionate. Sedangkan Natsui Makoto adalan lulusan Tokyo University, kemampuan menghafal sangat tinggi, tapi pengangguran. Nah, drama ini bercerita ttg kisah mereka berdua yang ditakdirkan untuk bertemu dan menjalani hari bersama #ehm haha

inspiration : mereka berdua ini bagaikan hidup di dunia yang berbeda, bertolak belakang banget. tapi gue seneng ketika mereka mulai mengubah dirinya sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan diri dan memantaskan diri mereka untuk pasangannya :) kadang kita cenderung menyalahkan keadaan dan menuntut orang lain untuk berubah demi kita, padahal seharusnya ga kaya gitu kan ;)

Saturday, June 14, 2014

Long long break

come back, here... rasanya kaku banget deh tangan ini di atas keypad dan di depan interface blogger wkwkw. awkward banget gatau mau nulis apa setelah hampir 4 bulan hiatus. banyak banget yang mau diceritain, banyak banget. tapi ga mungkin diceritain semua dan udah lupa juga, jadi biarkan itu semua jadi kenangan manis di dalam buku diary #eaaa #uhuk 
tapi ada satu cerita harus banget diceritain (atau lebih tepatnya dipamerin). sebuah anugerah di akhir bulan april lalu :)




kalo dipost di instagram udah gue kasih hashtag #nofilter #latepost haha. 
itu apa? itu SAKURA >.< iya, itu sakuraaa (apa sih). setelah penantian berbelas tahun, Alhamdulillah, dapet kesempatan lagi buat ngeliat bungan ini live pake mata sendiri. kok bisa?
jadi ceritanya gue dapet program kunjungan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Jeoang bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia di program Jenesys 2.0 8th Batch Science and Technology. di program ini, gue dan 95 temen lainnya plus 4 supervisor dari seluruh Indonesia dikasih kesempatan buat mengunjungi jepang selama 1 minggu :)

disana ngapain ajaa? JALAN-JALAN. haha. bingung banget setiap ditanyai kaya gitu sama anak-anak, mau jawab apa gatau. soalnya, yaa, kalo dirangum isinya cuma jalan-jalan hehe :p mungkin gambar-gambar ini bisa cerita banyak :)

Tokyo Station, berangkat dari Tokyo menuju Sendai 

Makanan Jepang asli (?) haha, kalian harus coba sendiri

reunian dan night chit-chat di taman.
selfie, soalnya ga berani minta fotoin ke orang mabok :p

Kura, cagar budaya di kota Kitakata

SAKURAAAA O.o

Yamagata-ya. kyaa, seneng banget dapet penginapan yang Japan-style :)

ga tahan foto kalo udah liat sakura

dengan ga tahu malunya, nimbrung orang piknik :p bayi jepang lucu banget sumpah

bareng Ariake okaa-san, host family di Kitakata

Tokyo tower !

Asakusa ni kimashitaaa~

Asakusa yang sepanjang jalan toko omiyage (read : oleh-oleh)

Tokyo, diliat dari +/- 500 m (@ Tokyo Sky Tree)
jujur, selama disana aku ga banyak foto-foto. soalnya semua orang udah megang kamera dan kayanya gue ngikut foto di kamera mana-mana. dan entah, ga mood buat foto-foto selama di sana. rasanya, pengen merekam segala kenikmatan ini dengan mata sendiri, disimpen di otak langsung, bukan di folder komputer.
percaya deh, sebagus apa pun foto yang pernah kalian lihat, ga bakal pernah sama sensasinya dengan melihat secara langsung. ga ada kamera canggih mana pun yang bisa ngalahin mata kita sendiri :)

perjalanan ini jadi motivasi besar buat aku, pengen ngeliat belahan dunia yang lain, pengen menjelajah lebih jauh lagi. Amiin..

sekarang, kuliah yang bener, atau lenih tepatnya belajar yang bener biar jadi orang yang bener juga. hahaha




Friday, March 14, 2014

Tulus - Gajah

Tulus - Gajah

setidaknya punya tujuh puluh tahun
tak bisa melompat kumahir berenang
bahagia melihat kawan yang berkenan
berkumpul bersama sampai ajal

besar dan berani berperang sendiri
yang aku hindari hanya semut kecil
otak ini cerdas kurakit berangka
wajahmu tak akan aku lupa

waktu kecil dulu mereka menertawakan
mereka panggilku gajah, ku marah
kini baru ku tahu puji di dalam olokan
mereka ingatku marah
jabat tanganku panggil aku gajah

kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus tangguh
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

kecil kita tak tahu apa-apa
wajar bila terlalu cepat marah
kecil kita tak tahu apa-apa
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus tangguh
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus tangguh
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

Read more: Tulus - Gajah Lyrics | MetroLyrics

Bermula dari nyanyian seorang pengamen, entah kenapa aku sampai ke penyanyi kece satu ini, Tulus. Agak telat sih ngefansnya, tapi gapapa. Menemukan Tulus itu kaya nemu oase ditengah kekeringan permusikan Indonesia #naon.

Di album kedua Tulus ini, mungkin lagu 'Gajah' ga setenar lagu Sepatu atau Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Tapi pertama denger lagu ini, entah kenapa bikin senyum-senyum sendiri dan memberi kita efek positif

Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelas bisa jadi yang terbaik

Dengerin deh lagu ini, atau dengerin semua lagunya juga gapapa. Jarang-jarang kan denger lagu Indonesia, biasanya Kpop atau Jpop (itu mah gue yak -_-)

Another recommendation : Teman Hidup, Sewindu, Sepatu

Happy listening ^^