Posts

Showing posts with the label self talk

Shaping My Lifestyle

September tahun ini menandakan sudah 3 tahun aku bekerja dan selama 3 tahun tersebut, aku jadi banyak berpikir tentang hidup dan kehidupan. Hidup seperti apa yang aku inginkan, dll. Tapi aku ga mau bahas itu sekarang sih karena terlalu berat dan aku juga belum bisa membahasakan dengan baik hal serius seperti itu, hehe. Semenjak kerja, aku punya kontrol penuh atas hidup aku karena aku sudah 'punya uang' dan orang tua aku adalah tipe yang membebaskan anaknya mau melakukan apa saja 'asal pakai uang sendiri'. Ok, sebetulnya ga sebebas itu sih, karena aku masih tinggal di rumah orang tua ( thanks to kantorku yang cuma 20 menit dari rumah dengan ojek online) tapi aku bisa bilang kalau orang tua aku sudah ga pernah ikut campur asalkan bertanggung jawab, dalam koridor yang baik dan tentunya 'pakai uang sendiri ya' :) Dan semenjak bekerja pun salah satu yang sering aku pikirkan adalah tentang gaya hidup a.k.a. lifestyle. Gaji aku mau dipakai untuk apa, kegiatan apa yang...

Why my resolutions didn't work out

How's life? Alhamdulillah, aku masih dalam golongan orang yang bersyukur dengan #StayAtHome dan belum merasa bosan. Sebuah pembuktian kekuatan introvert, hehe. Jadi, aku mau sharing tentang sesuatu yang baru aku sadari akhir-akhir ini, tentang mewujudkan resolusi. Biasanya, setiap tahun baru aku akan menulis resolusi yang mau aku capai selama setahun kedepan. Mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang cukup menantang, misal lebih banyak baca buku, olahraga teratur, makan sehat, rutin nulis blog, nambah hafalan Quran, etc. Tapi pada praktiknya, resolusi tersebut sebagian besar gagal terimplementasi karena, ya.. gagal aja gitu, hehe. Sampai akhirnya 2020 ini aku ga bikin resolusi karena aku merasa ga perlu bikin resolusi, toh ujung-ujungnya terlupakan, huhu :( Hingga beberapa minggu lalu, aku join session-nya IG Live AAplus (komunitas muslimah yang dibuat Aida Azlin) dan di live tersebut ada sesi membuat "Intention for Ramadhan" . Kemudian Aida menyebutkan tentang ...

Pengalaman Ikut Test JLPT!

Image
Yes, akhirnya aku ikut tes JLPT :) Buat yang belum familiar, JLPT adalah Japanese Language Proficiency Test , sebuah tes untuk mengukur kemampuan Bahasa Jepang seseorang. Yaa, semacam TOEFL/IELTS untuk Bahasa Inggris. Kalau orang-orang yang kenal sama aku, mungkin udah tau kalau aku bisa bahasa jepang karena pas kecil pernah tinggal di Jepang dari umur 4 sampai 9 tahun. Setelah itu, aku pulang ke Indonesia dan ga banyak bersentuhan lagi dengan bahasa Jepang, karena lebih fokus adaptasi diri dengan sekolah di Indonesia dan bahasanya :") Momen aku bertemu lagi dengan bahasa Jepang adalah waktu SMP, dimana aku ketemu dengan Hana-chan yang dulu pernah tinggak di Jepang juga, dan orang tua kita berdua emang saling kenal. Aku amazed banget karena Hana-chan ini masih lancar bangettt Bahasa Jepangnyaa! Malu dong aku langsung, wkwk. Jadilah, diriku mulai mengikuti lagi segala per-Jepang-an, ga cuma bahasanya aja, tapi artis-artisnya, lagu-lagunya, drama-dramanya dan segala entertainment-...

My 2019 recap

Oke, jadi 2019 sudah di penghujung mata, tahun baru (dan dekade baru!) 2020 akan segera datang~ WELCOME!!! Setelah sekian lama libur menulis, mari kita lakukan rekap setahun ini sudah melakukan apa saja, pergi kemana saja, dan mencapai apa saja :) Setelah ditelusuri, ternyata saya tidak membuat post rekap tahun 2018 ya. Dan setelah diingat-ingat, oh ya, kan tahun baruan 2019 pas lagi di Korea.... Yap, jadi 2019 saya dibuka dengan cukup spesial, yaitu liburan keluarga ke Korea Selatan. Cerita lengkapnya bisa liat di sini ( 1 , 2 , 3 , 4 ). Kalau diingat-ingat lagi, rasanya kayak baru kemarin di sana karena masih jelas banget memori-memori perjalanan disana. Hmmm.. karena lumayan berkesan kali ya. Dan perjalanan ini juga yang bikin saya makin termotivasi untuk travelling ke berbagai tempat, di dalam maupun luar negeri dan berusaha mengambil pembelajaran dari perjalanan tersebut. Dalam hal 'jalan-jalan' ini, tentu saja rute favorit saya adalah Bandung dan Jogjakarta yang tahu...

Get Inspired: Craving attention and social media

Image
Sejujurnya, aku mengasumsikan diriku bukan orang yang 'banci perhatian' tapi kadang ada kalanya juga ingin diperhatikan, hehe. I mean, siapa sih yag ga suka diperhatiin? Tapi setelah melakukan self-control untuk media sosial, emang terasa banget banyak efek positifnya ke dalam kehidupan secara overall. FYI, aku udah deactive main account instagram dari November 2018 (wow, hampir setahun!) dan udah ga install aplikasinya juga di HP sejak saat itu. Tapi pengakuan dosa, aku masih ada second account yang dipake buat follow akun travel, akun skincare dan beberapa seleb yang suka aku kepo, wkwkw. Aku emang belum sepenuhnya lepas dari medsos, malah mungkin ga akaun pernah bisa lepas karena aku masih menjadikan medsos sebagai sumber berita no. 1, terutama dari Twitter. Namun, aku merasa bahwa aku bisa lebih menata rutinitas keseharian dan melakukan aktivitas-aktivitas yang lebih produktif setelah mengontrol diri dari medsos. Ketika aku nonton TED talk ini, aku setuju banget s...

Decluttering My Mind: Instagram Uninstalled!

Image
Yap, jadi ini sepertinya udah jalan 2 minggu lebih semenjak gue uninstall instagram. Dari sulu suka denger cerita temen-temen yg uninstall karena ngerasa ga sehat, bikin penyakit hati, dll. Waktu itu gue mikirnya, lebay juga ya instagra, bikin hidup jadi sakit gitu. Tapi setelah lama-lama diperhatikan, keseharian gue juga lama-lama 'dirusak' sama si IG. Berasa banget, waktu gue yang udah sempit gara-gara kerja keras bagai kuda ini, jadi makin sempit lagi gara-gara terlena ngebuka IG berjam-jam, liatin instastory orang (yang gue nilai 25% adalah story yang bermanfaat, sisanya hmm..), mengeksplor post-post seru yang bisa ditemukan (yang gue sadari, kebanyakan adalah info yang ga gue butuhkan dalam hidup). Trus karena menurut gue udah cukup mengganggu, di suatu sore ketika gue sedang menunggu antrian (antrian apa lupa -,-"), gue hapuslah tuh si IG. UDAH GITU DOANG. Dan hidup gue damai sentosa sih sampe sekarang. Kadaaaaang bgt ada rasa ingin liat story-story IG juga sh, ta...

Workaholic

Baru bisa buka blogger lagi setelah sekian lama, jadi bukti betapa hectic October gue wkwk. Bahkan ternyata nulis diary aja gue ga ada waktu. Dan jadi jelas banget kan, kali emang nulis blog tuh belum jadi prioritas gue karena gue udah sebulan bolong ga ngepost sama sekali. Yaelah, kalo ngepos juga emang mau nulis apa sih, kan isinya curhat ga jelas doang. Tapi emang nulis ga jelas itu yang jadi pendamai pikiran gue yang suka carut marut ini wkwkwk. Kalo liat sebulan belakang emang super padat banget kerjaan. Biasalah pola akhir tahun, waktunya ngabisin anggaran. Apalagi tahun depan tahun politik dan semua orang akan gambling dengan pemerintahan masa depan yang ga jelas kebijakannya bakal kaya gimana. So, semua orang berlomba-lomba menuntaskan agendanya sebelum tahun baru, begitu juga industri O&G sodara-sodara. Emang lucu ya, politik tidak bisa memberi keamanan kepada keberjalanan bisnis. Jadinya, kroco kaya gue juga kena imbasnya deh. Semua Company bikin tender project, dan k...

Recent Thought: Fans fanatik, pologami, dan Supreme Court

Hi guys, kali ini mau menulis cepat tentang apa yang gue pikirkan beberapa hari ini, karena makin menyadari makin kacaunya dunia, hadeuh. note: menulis cepat adalah menulis dengan sekilat mungkin, tanpa mikir (karena udah mikir sebelumnya) dan tanpa diedit, apalagi dibaca ulang. mohon maklum bila ada salah kata yang menyakitkan. mohon diingatkan. Pertama, tentang pembunuhan supporter Persija oleh supporter Persib #RIPHarilangga. Maksud gue, hey, mereka tuh pada mikir apa ya. Sesuaka apa pun kita sama sesuatu, apakah jadi alasan yang kuat untuk mengeroyok sampai membunuh seseorang. Orang rasional macam apa ya yang punya perilaku kaya gitu, kecuali kalau mereka irasional atau hilang akal ya. Bukan maksud menghina, tapi yaampun ini tuh udah jelas banget hitam putihnya, ga ada abu-abu sama sekali. Dan kita semua tau siapa yang salah disini. Apakah moral supporter bola di Indonesia segitunya. Dan setelah kejadian ini mulai banyak yang membahas tentang angka dan data kejadian serupa yang...

Dari Penjara sampai PNS (What I feel about recent issues)

A lot of things happened in a week. I mean, in this era of information flooding over us, impossible to avoid yourself from hearing issue, both in good and bad way. So, I just want to make a quick recap about what I feel about our world recently. Pertama, soal episode Mata Najwa terbaru, Pura-Pura Penjara. Kalo belum nonton, gue saranin kalian tonton di channel yutub Mba Nana because it's mind-blowing.  Gue udah liat kisi-kisinya dari ig Mba Nana, so I was like "wah, harus banget nonton ini" sehingga TV yang bisa default tersetel di tvN, untuk malam rabu kemarin sengaja dipindah ke trans7. Gue nonton acranya dari awal sampai akhir dengan perasaan nano-nano (wk, entah kenapa lagi suka kata ini karena pas banget menggambarkan hati gue yang gampang terombang-ambing (?)). Di satu sisi kasian, tapi inget kalo mereka tuh melakukan kejahatan pada negara, jadi gemes juga. Yang paling bikin elus dada adalah gap antara orang berduit dan orang ga punya bahkan terlihat juga di p...

What to do about future talk.

Hi, there. What for today? Lagi-lagi tentang masa depan. Karena si Shofu sedang nyusun skripsi dan bakal diwisuda dalam beberapa bulan kedepan (Aamiin), mau gamau pasti bahasannya sama ortu juga tentang next step yang mau dia ambil. Pas ditanya, "Gimana teh?" Hmmm, gimana ya, ga bisa jawab juga karena gue juga masih luntang-lantang gini, hehe. I just can say, "survive aja" wkwkwk. After I gave a careful thought, ngomongin masa depan kan emang ga ada abisnya, sebuah misteri yang hanya Allah yang tahu. Kita manusia, lagi dan lagi, hanya bisa berusaha dan bertawakkal. Tapi sebelum usaha itu, tentu ada proses berpikir yang panjang (atau bisa jadi pendek) tentang apa yang mau diusahakan, bagaimana cara berusahanya dll. Dan yang pastinya proses berpikir itu juga suatu usaha. Setelah mencicipi 2 tahun after graduation, beberapa hal yang bisa gue katakan; bahwa hidup masing-masing individu itu emang tidak lepas dari campur tangan Allah, jadi kita ga bisa nentuin nasib...

The Dawn of 2018

Okey, jadi sekarang sudah kurang dari 2 jam lagi menuju tahun baru, waktu yang sangat tepat untuk diisi dengan kegiatan pra-mengantuk dan biasanya di penghujung tahun, orang-orang akan menulis refleksi atau pun highlight hidupnya setahun, so here I am. Blog ini memang sudah seperti tempat sampah pikiran aja ya, seenaknya nulis disini. Tapi lebih tempat sampah diary tulis sih, cuma lagi malas menulis manual sekarang. Jika melihat 2017 kembali dari januari hingga sekarang, hmm, lumayan banyak ya yang terjadi. But mostly wasn't about me. Well, saya bekerja untuk pertama kalinya sebagai asistem proyek untuk waktu yang lumayan lama, 8 bulan. dari sana dapet kesempatan bolak-balik Bontang, stay di sana kurang lebih 1 bulan, dan dapet banyak pengalaman dan gambaran tentang life as an engineer, apa yang akan saya hadapi dan skill apa saja yang harus saya punya. I owe much to Pak Augie, Prof Yul, dan Pak Tua for this. Dan juga jajaran alumni TF di Badak NGL, terima kasih banyak atas kes...

A bite of self-reflection

I enjoyed solo-travelling, when it just a short distance like Jakarta-Bandung vice versa or slightly farther, especially using train. Well, Jakarta-Bandung is already like my monthly routine, but I also like it when I have to do some business trip to another province using airplane, mostly alone and I always ask for seat beside the window when I check-in. I love the time when I can dozed off beside the window of train or airplane, looking outside, enjoying the scenery. So, enjoyable me-time that hardly you got when you enter eight-to-five-working-and-staying-all-day-at-office life. I even purposely ask for L**n Airline for my flight to the purchasing officer when I know that the flight will have 99.99% possibility of delay, so that I can have enough time to catch up on my book. Kind of silly, but I really cherish those time, I really need that. Well, that's not my point actually. As I said, I enjoy sitting beside the window, particularly observing people throughout the journey. W...

Pendapat tentang sukses dan struggle

Kalau ada orang bisa menghafal satu halaman Qur'an hanya dengan 10 menit dan ada orang yang baru bisa menghafal satu halaman Qur'an setelah 1 jam, mana yang lebih baik? Mana yang lebih banyak pahalanya? Tergantung. Tapi kemungkinan besar orang yang butuh sejam lah yang berkesempatan mendapat pahala lebih banyak. Kenapa? Karena satu jam yang dipakai untuk menghafal, full diisi oleh bacaan Qur'an. Dia akan mengulang-ulang ayat Qur'an yang mau dia hafalkan, dibaca lagi, dihafal lagi, diulang lagi hafalannya sampai selesai sudah satu halaman dia hafal semua. Bukannya bisa menghafal cepat itu lebih baik? Belum tentu, bisa jadi dia bisa hafal satu halaman hanya dengan waktu sepuluh menit. Tapi ternyata sisa 50 menitnya dia pakai untuk main game yang ga ada faedahnya. 50 menitnya luput diisi oleh menghafal halaman selanjutnya, padahal dengan waktu sejam, dia bisa menambah hafalan 6 halaman. Bisa dianalogikan ke kehidupan juga sih konsep ini. Ga selamanya orang yang suks...

Tujuan Hidup yang Butuh Ditata

Harusnya manusia ga bakal pernah kehilangan tujuan hidupnya. Tujuan manusia hidup di dunia itu apa? "Beribadah kepada Allah SWT." Selama kita masih percaya dengan pernyataan ini, harusnya manusia ga akan pernah kehilangan arah hidupnya. Beribadah itu konteksnya banyaak banget, dan opsi-opsi ibadah itu ga akan ada habisnya, mau kita setua renta apa pun. Mau kita sudah punya seluruh harta di dunia, pergi ke suluruh belahan dunia, sudah mencapai puncak karir, tapi kesempatan beribadah itu tidak akan pernah habis. Pada akhirnya, manusia memang dituntut untuk selalu bergerak dalam hidupnya. Bahan, ketika kita sudah abai dengan dunia, ga punya keinginan apa-apa, ga ingin bekerja, ga peduli dengan uang, tidak memiliki keluarga, toh selama kita masih bernafas, kita masih harus tetap sholat, puasa, dan zakat. Itu opsi ibadah yang paling minimal. Ladang ibadah di dunia ini sangatlah luas, tak terhingga. Tapi, dengan tujuan hidup 'beribadah kepada Allah' ini, kita tidak bisa...

Resolusi Si Penggemar Kucing

Image
Kok judulnya gitu? Jadi gini ceritanya.. Saya punya adik mentor, sebut saja N. Anaknya suka semau sendiri, tapi yang pasti dia penggemar kucing. Ada satu kebiasaan dia yang bikin saya heran sekaligus kagum. Setiap hari dia bawa sebotol makanan kucing ke kampus. Waktu pertemuan perdana mentoring, di tengah-tengah pemberian materi, seperti biasa, ada satu kucing berseliweran. N langsung memanggil kucing itu, 'Waduh mau ngapain nih' sebagai anti-kucing, saya ogah banget ada kucing ikutan mentoring saya /-_-/ Ternyata N mengeluarkan sebuah botol dari dalam tasnya, "Sini, kamu laper ya" dan diberilah makan si kucing itu. Saya cuma bisa melongo. "Kamu tiap hari bawa itu?" "Iya kak" "Dikasih ke kucing mana?" "Mana aja kak, seketemu di jalan aja, hehe" "Habis ga tiap hari?" "Biasanya abis sih kak" "ooo (kemudian speechless)". Ketika itu cuma ada satu yang di kepala saya. Salut. ***** Pertemuan men...

2016 was..

Tidak terasa sudah sampai di penghujung tahun lagi :) meskipun ga punya ritual khusus menyambut tahun baru dan biasanya hanya menikmati kesendirian di kamar kosan seperti biasanya, tapi tetap tidak bisa dipungkiri malamini memang malam yang berbeda. tidak biasanya suara petasan dimana-mana, dari luar kamar terdengar tiupan-tiupan terompet yang mau tidak mau menyadarkan diri sendiri "wah, udah akhir tahun aja ya..." sebenarnya malam ini sedikit berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya karena tidak dilewati di rumah (biasanya malam tahun baruan di rumah sambil nonton TV). Tapi karena sekarang sudah bertekad menetap di bandung (dan keluarga yang malah mau visit Bandung), jadilah asik menjomblo di malam tahun baru, haha :) Wah, ternyata sudah dewasa ya, malam tahun baru tanpa orang tua :") apasih sehinggaaa.... saya memutuskan untuk menulis, menyapa kembali blog yang udah usang ini dengan rekap singkat tentang hal-hal mengesankan dalam hidup 2016 saya ini :) 20...

A bad habit leads problems : Ketika buku membawa masalah...

Beberapa waktu yang lalu, sempet baca sebuah artikel di website (lupa baca dimana) bahwa ternyata wanita menghabiskan rata-rata 20% gajinya untuk membeli pakaian dan aksesorisnya. Wah, 20% tuh lumayan banyak juga loh. Kamu gajinya 2 juta ada, berarti 400 ribunya kamu pake pake buat beli baju ?! ckckck. Sebenernya teori itu ga berlaku buat saya karena alhamdulillah jarang punya obsesi berlebihan dalam berdandan atau berpakaian. Tapi masalahnya, saya punya obsesi lain yang serupa dengan kegilaan wanita terhadap fashio. Obsesi sama buku! (>.<) Saya emang suka banget baca buku. Mungkin keturunan, karena ayah, ibu, adik-adik saya suka baca buku juga dan kebiasaan itu terus terpelihara sampai sekarang. Ditambah saya tipenya suka baca buku fisik, ga suka baca dari layar, yang membuat saya menjadi suka membeli buku juga. Tambah lagi, Bandung punya Gramedia, Togamas, Rumah Buku, Toko Buku Mufti, dan Tazkia yang bikin opsi 'window shopping' buku jadi lebih menarik (yg berakhir de...

Departure

Image
source : themavehotel.com D+33 since my graduation. Seems like everybody has gotten busy with their individual activities again. Back to normal. Departure. Setelah menempuh penerbangan yang lama dalam maskapai kehidupan kampus, kita semua udah sampai di bandara tujuan. Dan kemudian manusia yg ada di dalamnya berbondong-bondong turun dan berjalan menuju pintu keluar yang berbeda-beda, sesuai dengan passport masing-masing. Ada yang langsung pindah ke penerbangan menuju tujuan selanjutnya, ada yang transit dulu sebentar menunggu penerbangan berikutnya, ada yang menuju loket untuk memilih dan membeli tiket lagi, ada pula yang hanya termenung duduk diam belum ada niat untuk menentukan tujuan berikutnya. It's' okay, ga ada yang salah dengan semua itu. Dan perjalanan setiap orang memang seharusnya berbeda, it supposed to be. Mungkin orang yang sedang transit akan iri melihat orang yang segera melanjutkan penerbangannya, mereka tidak akan mati kebosanan karena menunggu. Bisa j...

You are what you choose to be

Image
I love to get inspired. Rasanya luar biasa banget hidup kita dikelilingi begitu banyak hal-hal yang menginspirasi. Mulai dari sesuatu yang sangat dekat sampai sesuatu yang tak terduga, mereka datang begitu saja tapi tidak untuk pergi begitu saja. Mereka ada untuk berperan dalam hidup kita. Everything is meaningful if you realize, cepat atau lambat. "Hikmah adalah barang hilang milik orang mukmin. Barangsiapa mendapatkannya, ia adalah orang paling berhak atasnya." -H.R. Tirmidzi Kemarin baru selesai baca buku bagus banget. Judulnya 'Sukamiskin's Springboard'. review sedikit: 'Kumpulan Catatan Renungan Kala Diri Berjarak dengan Kemerdekaan'. Penulis buku ini adalah para napi yang sedang menjalani masa 'pembelajaran' di Sekolah Kehidupan (suka banget istilahnya <3) Sukamiskin, Bandung. Meskipun penulisnya berbeda-berbeda, tulisan dalam buku ini dirunut sedemikian rupa sehingga beralur, mulai dari cerita tentang apa dan bagaimana Lapas ...

Self-Reflection : Merasa Cukup

Image
#self-reflection Akhir-akhir ini lagi diuji banget sama nafsu diri sendiri. Pengen ini-itu beli segala macem. "Kan puasa, jadi pengen makannya yang enak." "Pengen beli baju bagus deh, masa bajunya gitu-gitu aja?" "Kayanya aku butuh tas lagi, yang beda model...." Kadang-kadang hal itu berakhir di angan-angan, tapi ga jarang juga niatnya direalisasikan dan berakhir dengan beli macem-macem. Huft. Trus ga sengaja nemu video ini di FB dan *prakk* bagai ditampar sana-sini. "It's not as though you feel satisfied after collecting a certain amount of stuff. Instead, you keep thinking about what you're missing." You must know about it better, nis. Entah dari orang tua, mentoring (either ngementor or dimentor), kajian, ceramah, buku, atau dari mana pun itu, bahwa manusia adalah makhluk yang tak pernah puas. Bahwa akan selalu ada pertarungan antara nafsu dan akal (iman) dalam setiap diri manusia. Mau pilih yang mana? Pilih nafs...