Get Inspired: TED talk, time management and your personality




Honestly speaking, my youtube playlist isn't a pretty one. Aktivitas yutub saya kebanyakan buat dengerin lagu, nonton klip drama korea or jepang (karena terlalu malas untuk nonton full episode-nya) dan tontonan hiburan-hiburan lainnya. 
Tpi yutub masih baik sama saya dan keluarlah video diatas (TED Talk - Inside the mind of a master proscrastinator by Tim Urban) dengan tag Recommended for you (well, how do youtube knows that?!), tergeraklah jari saya untuk mengklik video ini tanpa banyak mikir. Waktu itu jam kantor udah selesai tapi tertahan di ruangan karena hujan deras, akhirnya memutuskan untuk menunggu reda sambil mencoba menghabiskan kuota youtube yang masih seabreg.

Saya termasuk yang senang menonton TED talk karena inspiratif dengan topik yang menarik dan relatable dengan lehidupan sehari-hari. Juga pembicara di TED biasanya adalah para pakar yang memang bicara dengan data dan fakta sehingga lumayan persuasif dan memuaskan untuk saya pribadi yang ga mudah percayaan orangnya, hehe. 

Selama menonton video ini, saya hanya bisa tersenyum miris, realizing how relatable those things to mine, the money and panic attack monster (saya saranin, kalian nonton dulu ya talknya. ga panjang dan cukup menghibur kok).

Then, that so called "panic attack monster" menyerang dan saya langsung "waduh, gawat" and then I came across this video



How to gain control of your free time by Laura Vanderkam. Very classic yet often forgotten (and maybe neglected) life advice you have received. There is no such thing as "I don't have time, I am busy", set your priority and time will find you.

As a treat, saya juga memutuskan untuk menonton TED talk lain yang topiknya cukup menarik tentang personality.




Personally, suka banget pembawaan Bapak ini, tipe professor yang mengayomi murid-muridnya dan terlihat dari pembawaannya kalau dia passion dengan apa yang dia lakukan. Hal yang megena banget dalam TED talk ini adalah bagian:

"Don't ask people what is their type (of personality), but ask them what is their core project in life".

This. 
Saya termasuk yang menyenangi dan juga menjadikan referensi segala tipe-tipe personality, murni karea mereka menarik untuk dipelajari dan membantu kita memahami karakter orang lain (juga diri sendiri) dengan lebih baik. 
Tapi di satu sisi, saya juga tidak setuju dan tidak suka menjadikan tipe-tipe tersebut sebagai hal yang baku dan definitive, membuatnya jadi standar baku dalam menggambarkan sikap seseorang. Kadang ada aja orang yang menjadi tipe kepribadian sebagai pembenaran dalam sikapnya, "gue kan tipenya ini, makanya harus kaya gini". Hmmm.
Saya percaya manusia adalah makhluk yang berkembang, not just physically but also mentally and brainly (ga tau sih ada kata ini apa engga). Sehingga manusia itu jauh lebih pintar dan bisa punya kepribadian yang variatif daripada sekedar 16 tipe kepribadian, dll.

Maka, kembali lagi ke talk Pak Brian Little di atas, bahwa tidak sebaiknya kita mendefinisikan orang dengan tipe kepribadian mereka, tapi dengan apa yang mereka perjuangkan dalam hidup sehingga dari sana kita bisa liat seperti apa orang ini menyikapi hidupnya dan bagaimana dia menghadapi masalah.

Well.

Sekian dulu ya. 
And another thing I realise is,
I really need to reduce watching youtube :"

Comments

Popular posts from this blog

Singapore in 3D2N Part 2 : Itinerary

Pengalaman Ikut Test JLPT!

Testimoni Hamil dan Melahirkan