Tuesday, May 14, 2013

Anak-Anak Angin : Secercah Asa di Bibinoi

baru selesai baca buku (Alhamdulillah, ini buku keempat buat semester ini #uhuk). bagus banget bukunya, beli waktu Bandung Islamic Book Fair di Landmark Braga. dan secara desainnya juga covernya menarik, menimbulkan sense of human interest banget #naon.

Judulnya Anak-Anak Angin oleh Bayu Adi Persada.

sumber: google.co.id

isi bukunya tentang perjalanan Kak Bayu selama mengabdi jadi Pengajar Muda selama setahun di suatu daerah terpencil. Kak Bayu ditempatkan di SDN Bibinoi, Desa Bibinoi, Halmahera Selatan. Mulai dari hari pertama ketika orang-orang masih melihat dia dengan pandangan yang aneh sampai habis masa pengabdiannya dan diantar pulang oleh ratusan orang kampung Bibinoi.

Buku ini menceritakan keping-keping peristiwa yang dialami Kak Bayu selama menjadi wali kelas III SDN Bibinoi, mulai dari hal menyenangkan, belajar bersama di bawah pohon, sampai hal-hal yang tidak mengenakkan seperti ketika Pak Bayu terpaksa harus memukul salah satu anak muridnya. Juga berisi perjuangan kak Bayu memperbaiki pendidikan di desa Bibinoi, selalu meluangkan waktunya untuk mengajari anak-anak dan remaja-remaja desa itu belajar meskipun diluar jam sekolah. dan juga menjadi perintis kegiatan yang mendukung pengembangan wawasan anak-anak di desanya, seperti kursus komputer, acara pesantren kilat, kompetisi cerdas cermat se-kecamatan, dan membangun Rumah Belajar Bibinoi.

Baca buku ini bikin gue seakan masuk ke dalam ceritanya, ikut merasakan suka dukanya yang dialami kak Bayu, ikut mengenal kondisi alam Bibinoi dan karakter murid-murid di daerah Timur yang memang sangat berbeda dari murid-murid di Jawa. Buku ini tanpa sadar bikin kita senyum-senyum, bahkan menangis :") hehe, guenya aja sih yang agak emosional sebenernya :p

buku ini recommended banget buat dibaca, untuk orang-orang yang peduli pendidikan Indonesia, terutama buat yang pengen jadi Pengajar Muda (tunjuk diri sendiri :p). Buku ini jadi bukti masih adanya secercah harapan di daerah nun jauh di sana, masih banyak mutiara-mutiara bertebaran di desa kecil yang mereka 'menunggu' sesosok guru yang bisa membantu membimbing mereka. sekaligus juga panggilan buat semua pemuda Indonesia untuk ikut memberikan perubahan nyata, meski kecil tapi menjadi bukti kalau negara ini masih punya harapan.

seperti mengutip testimoni dari Anies Baswedan, Pendiri gerakan Indonesia Mengajar di buku ini, "Pengalaman ini selalu bisa dinikmati sebagai pengalaman positif bahwa negeri ini sedang bergerak maju."

Salam Pendidikan !! #apacoba

ayo-ayo tugas dulu kerjain, yuk. TTKI harus dikumpul minggu ini #talktomyself

No comments: