5 years life update
I haven't written for 6 years here, wow.
I kind miss the writer soul inside me, so here I am. Opening blogger in a cafe in Yoyogi Uehara station, after dropped off my daughter to her KG and waiting for an interview session to the job I applied last week as a researcher in one of national research institutes in Japan.
Apa yang aku rasakan sekarang? Nano-nano is my favorite way of expressing feeling since I have been never the emotional type. I have never been too happy or too sad. I always find happiness in sorrow and sorrow in happiness. I always try to be neutral.
Sebenernya itu hal baik atau buruk sih? Gatau juga. I consider this as a good thing, thinking I am not that attached to this world. Meski kadang suka bertanya kepada diri sendiri, apa aku kurang emosional ya? Tapi aku suka marah-marah sih. wkwkw bingung sendiri.
Bagaimana hidup 5 tahun ini? Wow, banyak banget hal yang berubah.
Perubahan terbesar tentunya menikah dan punya anak. Ini bener-bener life-changing, aku udah nulis testimoni melahirkan tapi kayanya aku sudah jauh lebih grown-up dibandingkan waktu awal-awal parenting. Tapi ga tau ya grown-up menjadi lebih baik atau engga hehe.
Dan satu hal besar lagi adalah aku sudah menyelesaikan studi Master dan Doctoral, bulan lalu, officially. Pengangguran sekarang. Selama 5 tahun kemarin, aku berada dalam kondisi hidup dengan track yang jelas, mengejar target kelulusan dan mendapatkan degree. Jadi aku ga punya waktu untuk miki hal lain selain studi dan mengurus keluarga. I thought having flexibility is a luxury. Tapi setelah aku punya luxury itu sekarang, malah terasa ga nyaman dan galau banget. Bingung mau ngapain. Beneran 50-50 antara mau lanjut cari kerja atau tidak. Dalam fase pasrah, ga bisa nentuin lebih banyak mashlahat atau mudharatnya dengan aku keluar rumah, bekerja. Tingga bisa doa aja ssama Allah, kalo memang masih ada kebaikan dengan aku bekerja, maka tolong dibukakan pintunya. Kalau tidak, insyaa Allah berusaha ikhlas dan menjalankan apa yang menurut Allah baik karena itu pasti yang terbaik untuk aku dan keluarga, juga ummat.
Tadi sempet flashback baca-baca blogpost zaman dulu. tentang kecewa ga keterima mext S1, trus temen-temen pada kasih encouragement, insyaa Allah akan ada waktunya bisa kesana. And here I am, takdir membawaku beneran sekolah di Jepang, bahkan hidup for good di sini. Pernah gagal last step interview ke BCG, dan berkali-kali gagal beasiswa S2. Ternyata aku udah banyak gagal ya, tapi alhamdulillah tetap hidup.
Semua pengelaman-pengalaman bikin aku lebih siap dengan kegagalan. sebelum masuk medan perang, udah siap-siap kalah, tapi tetep berusaha, siapa tahu menang. Seimbang dalam berharap.
Menutup salah satu bab kehidupan yang sudah dijalani 5 tahun ke belakang sebagai mahasiswa pascasarjana membuka sisi mellow diriku ternyata.
bismillah..
Comments