Wednesday, August 15, 2012

Indonesia Mengajar

really moving video :)

gue juga nyatet beberapa perkataan pak Anies Baswedan yang menurut gue harus di highlight. jadi gue tulis lagi disini dengan sedikit perubahan

Program ini  bertujuan untuk mendorong usaha kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita tahu di Indonesia, bila berbicara soal pendidikan ada 1001 masalah. Tapi bila kita perhatikan lebih jauh, siapa yang sebenarnya senyatamya memiliki efek untuk memajukan mencerdaskan anak bangsa? GURU.
Begitu kita melihat guru, realitasnya di Indonesia; distribusi guru tidak merata dan kualitas guru rendah. Maka kami kirimkan anak-anak terbaik untuk menjadi guru. Sekarang masalahnya siapa yang mau menjadi guru SD di pelosok? Ketika ditanya kenapa tidak mau menjadi guru SD di pelosok, karena hal itu akan menjadi beban seumur hidup. 

Begitu kita berpikir berbeda, menjadi guru cukup satu tahun, maka situasi berubah. Maka kita merancang program mengirimkan anak-anak muda terbaik bangsa untuk menjadi guru SD di pelosok Indonesia. Kenapa SD? karena 66% SD di Indonesia kekurangan guru. Dengan hal ini kita bisa mengisi kekurangan tersebut. Kedua, untun menyaipkan Our Future Leader. Anak-anak terbaik Indonesia akan berkesempatan untuk tinggal bersama rakyat di pelosok yang tanpa listrik, tanpa sinyal bahkan tanpa running water. Hal ini tentu akan menjadi penjalaman tak terlupakan. Dan saat mereka menjadi pemimpin di masa yang akan datang, maka diharapkan kita akan mandapat pemimpin yang memiliki WORLD CLASS COMPETENCE tapi GRASS ROOTS UNDERSTANDING. 

--lalu pak Anies menjelaskan tentang proses penyeleksian--

Pada tanggal 10 November, ketika hari keberangkatan dari sebuah bandara di Cengkareng, namanya Soekarno-Hatta, saya katakan kepada mereka, Soekarno-Hatta memiliki seluruh pilihan untuk hidup nyaman bagi dirinya, keluarganya, dan dia tinggalkan itu untuk mengusahakan kemerdekaan bagi bangsa ini. Kalian memiliki seluruh kesempatan buat berkarir nyaman di kota-kota besar, sebagian sudah ada yang manajer di sebuah perusahaan multinasional, PNG di Singapura ditinggal, ada yang bekerja sebagai karyawan di Unilever cumlaude ITB, Unpad ditinggal, ada juga yang manajer di Bank Mandiri. Anak-anak ini anak-anak terbaik yang karir nyaman di depannya dan mereka tinggalkan itu untuk berada di pelosok. YOU ARE PEJUANG! Dengan hadirnya anak-anak ini membuktikan bahwa ibu kita masih melahirkan pejuang.

Program ini bukan hanya soal men-supply guru. Ini adalah untuk menebarkan optimisme, mereka yang di sana menjadi inspirasi, menjadi contoh, menggandakan optimisme "You have a bright future, I've gone through". Dan bagi kita yang di luar, kita ingin mereka mengabarkan potensi-potensi anak-anak Indonesia cerdas yang berada di pelosok sana. Tentunya demi memajukan Indonesia.

Kita harap bahwa mendidik tidak dipandang sebagai tugas sekolah, pemerintah tapi 
mendidik, mencerdaskan adalah tugas semua orang TERDIDIK. 

Siapa saja bisa menjadi guru
Siapa saja bisa mendidik

abis nonton ini, entah gue pengen ikutan jadi tim Indonesia Mengajar meskipun gue gatau bisa tahan dengan kehidupan serba terbatas di pelosok. tapi pasti menjadi guru itu sebuah panggilan jiwa yang sangat mulia ya.

yang masih penasaran silakan kunjungi websitenya indonesiamengajar.org

2 comments:

Fitri Hasanah Amhar said...

aniiis, pertama aku tau program ini awal kelas tiga, langsung tertarik.. ya,, meski sama kayak kata2 anis,

"Mengajar meskipun gue gatau bisa tahan dengan kehidupan serba terbatas di pelosok. tapi pasti menjadi guru itu sebuah panggilan jiwa yang sangat mulia ya."

semangat :) !

Fitri Hasanah Amhar said...

aniiis, pertama aku tau program ini awal kelas tiga, langsung tertarik.. ya,, meski sama kayak kata2 anis,

"Mengajar meskipun gue gatau bisa tahan dengan kehidupan serba terbatas di pelosok. tapi pasti menjadi guru itu sebuah panggilan jiwa yang sangat mulia ya."

semangat :) !